Posted by: widasulistya | June 22, 2012

Polisi Gerebek Lokasi Sabung Ayam

Slamet Riadi
03/06/2012 16:36
Liputan6.com, Surabaya: Aparat Polres Tanjung Perak, Suarabaya, Jawa Timur, menggerebek lokasi perjudian sabung ayam di Kalimas Baru, Ahad (3/6).

Dalam penggerebekan di lokasi yang cukup tersembunyi itu, aparat menangkap sembilan pelaku dan sejumlah barang bukti berupa 39 sepeda motor dan puluhan ayam aduan.

Kapolres Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo menjelaskan, dalam perjudian yang memiliki omset ratusan juta ini, peserta harus memasang taruhan minimal Rp 1 juta. Dalam praktiknya, bagian tubuh ayam aduan disematkan sebuah pisau guna mengalahkan lawan. Peserta dinyatakan kalah bila ayam jagoannya mati.

Para tersangka dikenakan pasal tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara. (ALI/YUS)

Posted by: widasulistya | June 22, 2012

Bandar Judi Togel Ditangkap di Jakarta Utara

JAKARTA, KOMPAS.com – Perjudian jenis togel berhasil diungkap Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro pada Rabu (06/06/2012). Dari pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan tiga orang pelaku yakni SB, SYT dan YL.

“Tiga orang kami amankan dan kami masih mencari dua tersangka lagi yang belum tertangkap yaitu JM dan AMG,” ujar Kasubdit Jatanras AKBP Helmy Santika, Kamis (7/6/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Helmy menambahkan, penangkapan itu terjadi di kawasan Sunter Paradise Timur Raya F22/ 8B, Sunter, Jakarta Utara, sekitar pukul 18.00 WIB. Ketiga pelaku hanya pasrah saat digrebek kepolisian.

Mengenai cara kerja pelaku dalam judi togel, Helmy menjelaskan tersangka melakukan penerimaan rekapan pasangan angka judi togel berikut uang tunai sebagai taruhan dari pengecer judi togel.

Rekapan angka pasangan tersebut dikirim melalui faksimili dan juga SMS, kemudian menyetorkan uang tunai sebagai taruhan judi togel kepada bandar.

“Dari situlah para pelaku mendapatkan komisi dari total penjualan judi togel dalam setiap periode penyelenggaraan perjudian,” jelas Helmy.

Perbuatan yang sudah ditekuni dua tahun oleh para pelaku, menurut Helmy, sangat terkoordinir dalam pembagian setiap perannya. SB berperan sebagai pengepul rekapan angka pasangan judi togel.

Sedangkan SYT dan YL membantu tersangka SB menulis atau merekap angka pasangan judi togel yang diterima dari pengecer judi maupun dari pemain melalui faksimili atau SMS.

Setelah itu, SB selaku pengepul judi menerima rekapan angka pasangan yang dikirim melalui faksimili oleh pengecer judi pada hari tertentu saja, yakni setiap Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu dari jam 17.00 WIB.

Uang lalu ditransfer ke rekening BCA atas nama tersangka SB. Lebih lanjut, Helmy mengatakan omset yang diperoleh tersangka SB dalam periode penyelenggaraan judi mencapai Rp 80 juta dan SB mendapat komisi sebesar 5 persen atau sekitar Rp 4 juta.

“Sedangkan untuk SYT dan YL mendapat gaji Rp 3 juta setiap bulan dari SB untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tersangka,” tuturnya.

Dari komplotan ini, polisi berhasil menyita tiga buah key BCA, 15 buku Tahapan BCA, 15 buku tabungan Bank Mandiri, dua ATM Bank Mandiri, 10 lembar kertas rekapan angka pasangan judi togel periode tanggal 6 Juni 2012, dua buah HP BlackBerry 8310 warna merah berikut simcard, satu buah HP Sonny Ericsoon W 995 merah berikut simcard, dua buah HP Nokia E51 dan E63 warna hitam berikut simcard, uang tunai Rp 300 ribu, satu unit Notebook Toshiba dan 1 unit faksimili.

Tiga pelaku kini mendekam dibalik jeruji dan diancam dengan pasal 303 KUHP jo UU Nomor 7 tahun 1974 tentang perjudian.

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Tiap Tahun, Remaja Seks Pra Nikah Meningkat

Misbahol Munir – Okezone
Senin, 6 Desember 2010 07:12 wib

JAKARTA – Meningkatnya budaya seks bebas di kalangan pelajar mulai mengancam masa depan bangsa Indonesia. Bahkan perilaku seks pra nikah tersebut dari tahun ke tahun meningkat.

Pendataan yang dilakukan oleh Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Masri Muadz, menunjukan kasus tersebut menunjukkan peningkatan yang semakin miris bagi kita.

Menurut penuturan Masri kepada okezone, belum lama ini, Wimpie Pangkahila pada tahun 1996 melakukan penelitian terhadap remaja SMA di Bali. Dia mengambil sampling 633. Kesemuanya memiliki pengalaman berhubungan seks pra nikah, dengan persentase perempuan 18% dan 27% laki-laki. Sedangkan penelitian Situmorang tahun 2001 mencatat, laki-laki dan perempuan di Medan mengatakan sudah melakukan hubungan seks dengan komposisi, 9% perempuan dan 27% laki-laki.

Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) di tahun 2002-2003, remaja mengatakan mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada: usia 14-19 tahun, perempuan 34,7%, laki-laki 30,9%. Sedangkan pada usia 20-24 tahun perempuan 48,6% dan laki-laki 46,5%.

SKRRI pun melanjutkan analisanya pada tahun 2003 dengan memetakan beberapa faktor yang mempengaruhi mereka melakukan seks pra nikah.

Menurut SKRRI, faktornya yang paling mempengaruhi remaja untuk melakukan hubungan seksual antara lain: Pertama, pengaruh teman sebaya atau punya pacar. Kedua, punya teman yang setuju dengan hubungan seks para nikah. Ketiga, punya teman yang mendorong untuk melakukan seks pra nikah.

Di tahun 2005 Yayasan DKT Indonesia melakukan penelitian yang sama. DKT memfokuskan penelitiannya di empat kota besar antara lain: Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Medan.

Berdasarkan norma yang dianut, 89% remaja tidak setuju adanya seks pra nikah. Namun, kenyataannya yang terjadi di lapangan, pertama, 82% remaja punya teman yang melakukan seks pra nikah. Kedua, 66% remaja punya teman yang hamil sebelum menikah. Ketiga, remaja secara terbuka menyatakan melakukan seks pra nikah.

Persentase tersebut menunjukkan angka yang fantastis. Jabodetabek 51%, Bandung 54% Surabaya 47% dan Medan 52%.

Tahun 2006, PKBI menyebutkan, pertama, kisaran umur pertama kali yakni 13-18 tahun melakukan hubungan seks. Kedua, 60% tidak menggunakan alat atau obat kontrasepsi. Ketiga, 85% dilakukan di rumah sendiri.

Sementara merujuk pada data Terry Hull dkk (1993) dan Utomo dkk (2001), PKBI menyebutkan, 2,5 juta perempuan pernah melakukan aborsi per tahun dan 27% atau kurang lebih 700 ribu remaja dan sebagian besar dengan tidak aman. Selain itu 30-35% aborsi penyumbang kematian ibu.

Pada 2007 SKRRI melakukan penelitian kembali. Penelitian tersebut menunjukkan peningkatatan yang drastis. Pertama, perilaku seks pranikah remaja cenderung terus meningkat dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) juga terjadi pada remaja. Kedua, jumlah kelompok remaja Indonesia yang menginginkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) diberikan kepada mereka. Ketiga, meningkat jauh dari SKRRI 2002.

Keempat, jumlah remaja 15-24 tahun sekira 42 juta jiwa, berarti sekira 37 juta jiwa remaja membutuhkan alokon tidak terpenuhi (unmet need berKB kelompok remaja).

Kelima, kelompok ini akan tetap menjadi unmet need. Sebab dalam undang-undang No 10 tahun 1992, pelayanan KB hanya diperuntukkan bagi pasangan suami istri, sesuai dengan pemilihannya.

Bahkan, temuan Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Penelitian Bisnis dan Humaniora (LSCK-PUSBIH) di tahun 2008 lebih mengagetkan lagi. LSCK-PUSBIH melakukan penelitian terhadap 1.660 mahasiswi di Yogyakarta.

Hasil yang mereka dapatkan, 97,05% mahasiswi di Yogyakarta sudah hilang kegadisannya dan 98 orang mengaku pernah melakukan aborsi.

Penelitian Komnas Perlindungan Anak (KPAI) di 33 Provinsi pada bulan Januari-Juni 2008 menyimpulkan empat hal: Pertama, 97% remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. Kedua, 93,7% remaja SMP dan SMA pernah ciuman, genital stimulation (meraba alat kelamin) dan oral seks. Ketiga, 62,7% remaja SMP tidak perawan. Dan yang terakhir, 21,2% remaja mengaku pernah aborsi.

Dari sekian lembaga penelitian di atas, menurut Masri, semua elemen harus ikut telibat memberi andil mencari solusi meminimalisir perilaku seks pra nikah. “Budaya ini diam-diam mengancam bangsa Indonesia. Tentu ini membutuhkan penanganan khusus demi mengembalikan budaya timur,” tuturnya.

 

 

 

 

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Polisi Gerebek Pelajar Bolos Sekolah Lagi Pesta Miras

TRIBUNNEWS.COM, POLEWALI– Sekelompok siswa dan siswi yang tengah membolos pada jam pelajaran dari sekolahnya, digerebek petugas Polsek Polewali Mandar, Sulawesi Barat saat mereka tengah berpesta miras hingga mengganggu warga sekitarnya, Sabtu (18/2/2012) ini. Meski ulah para siswa ini sudah lama dikeluhkan warga sekitar lokasi, mereka beralasan pesta miras pada jam pelajaran bersama teman-teman sekolahnya hanya sekadar iseng-iseng saja.

Pesta miras yang tengah digelar sekelompok pelajar dari salah satu sekolah ternama di Polewali Mandar ini digerebek petugas polsek setempat. Laporan sejumlah warga yang prihatin dengan ulah anak-anak sekolah yang kerap pesta miras pada jam pelajaran ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Petugas yang menggerebek tempat kos para pelajar ini menemukan sekelompok pelajar pria dan wanita dari salah satu sekolah ternama di Polewali Mandar, sedang menenggak minuman keras jenis ballo atau minuman racikan yang difermentasi hinggga mengandung bahan alkohol yang memabukkan.

Anehnya, pesta miras itu tak hanya dilakukan sejumlah siswa laki-laki tapi juga siswa perempuan. Merasa tertangkap tangan petugas para pelajar ini pun tak bisa berkutik. Mereka kemudian digiring ke kantor Polsek Polewali untuk menjalani pemeriksaan sebelum dikembalikan ke sekolah atau orangtua masing-masing.

Di depan petugas, para pelajar yang mayoritas kelas tiga SMA itu mengaku menggelar pesta miras bersama teman-teman sekolahnya hanya sekadar iseng-iseng saja. Ulah para pelajar yang kerap menggelar pesta minuman keras sambil mengganggu warga sekitarnya ini sebetulnya sudah lama dikeluhkan warga. Pasalnya saat para pelajar ini digerebek bukan kali ini saja mereka diketahui pesta miras bersama di kamar kost.

Meski para siswa yang tertangkap tangan petugas ini berjanji tidak akan mengulangi perbuatan sejenisnya lagi dan berjanji siap dijebloskan ke sel tahanan jika kemudian ditemukann kembali melakukan tindakan serupa, petugas tak langsung membebaskan begitu saja. Meski para pelajar yang seharusnya sudah sibuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional telah berjanji dan menandatangani surat pernyataan tidak akan berbuat onar lagi, namun mereka tidak diizinkan pulang sebelum dijemput guru sekolah atau orangtua mereka masing-masing.

“Kami baru lepas mereka setelah dijemput orangtua masing-masing, langkah ini sebagai upaya pembinaan bersama yang dilakukan orangtua, guru dan polisi,” ujar Kapolsek Polewali, AKP I Wayan.

Petugas beralasan para siswa ini harus dijemput langsung oleh guru atau orangtua mereka di kantor polisi sebagai bentuk tanggungjawab bersama dalam pembinaan para pelajar, sekaligus ini juga menjadi pemberitahuan bagi para guru dan orangtua jika anak-anak mereka membolos dari rumah dan sekolah pada jam pelajaran.

Editor: Gusti Sawabi  |  Sumber: Kompas.com

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Judi Beromzet Ratusan Juta/Hari Digerebek

Liputan6.com, Jakarta: Kepolisian Polda Metro Jaya mengungkap kasus judi online yang beromzet Rp 400 juta perhari. Petugas menggerebek tempat pengelola judi tersebut di Jalan Jati Raya no.72 RT.08/10 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Pada tanggal 29 Februari 2012, sebuah tempat perjudian online berhasil kita tangkap, website tempat mereka melakukan judi itu adalah www.kakakdewa.com, mereka sudah dua tahun menjalankan judi online tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (3/3).

Lebih lanjut Rikwanto menjelaskan Dari tempat tersebut, polisi mengamankan enam orang karyawannya yang menjadi tersangka, yakni LAS, RC, OPP, EK, ST, dan NN. Sedangkan RH, sang pemilik masih dalam pengejaran polisi (DPO).

“Mereka yaitu LAS perannya sebagai cek deposit, RC dan OOP sebagai admin bagian Id dan pasword, EK bertugas update data deposit, ST dan NN sebagai admin chating YM dan menghapus data pemain yang kalah. Mereka perbulan digaji sebesar Rp 2 juta per bulan. Pemiliknya masih Buron, ia berasal dari Pontianak, saat ini berstatus DPO,” Jelas Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan, dalam sehari, praktik judi di situs www.kakakdewa.com mempunyai 22 ribu anggota. Omzet per hari mencapai Rp 400 juta. “Situs ini dibandari oleh RH Mereka mulai praktik sejak 2 tahun lalu, bayangkan sudah berapa keuntungan mereka selama 2 tahun itu,” kata Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan Situs judi online tersebut diiklankan pelaku dalam www.google.com dan www.i-comers.com. Pemain akan meregistrasi menjadi member www.kakadewa.com, untuk mendapatkaan user name dan password untuk berjudi bola, menggunakan situs www.shobet.com dan www.ibcbet.com.

Kemudian, perjudian rolet bisa dilakukan di situs www.338a.com, perjudian bakarat di www.bakarat.com, dan perjudian sicbo di www.grand628.com.

“Saat mendaftar, pemain harus mendaftar ke rekening penyelenggara minimal Rp 200 ribu, sebagai uang deposit. Uang itu akan menjadi deposit koin. Satu koin bernilai Rp 1.000, yang dipertaruhkan pemain pada perjudian online jenis judi bola, bakarta, rolet, dan sicbo,” katanya.

Dari hasil tangkapan praktik judi online tersebut, Polisi mendapatkan barang bukti berupa para anggota Judi yang ditransfer kedalam rekening Bank sebanyak 300 juta.”Selain itu 7 set perangkat komputer, 6 buah Wireless, 3 key (Token) BCA dan 1 Token Bank Mandiri, 3 kalkulator dan 1 Handphone,” paparnya.

Rikwanto mengatakan, masih akan melakukan perburuan terhadap pengelola judi online lainnya. “Kita akan pantau terus, ini kan bertahap, pelaku- pelaku lainnya juga akan kita lagi,” imbuhnya.

Karena mengadakan Praktik Judi Online tersebut, ke 6 tersangka dikenakan pasal 303 KUHP pidana Jo UU nomor 7 tahun 1974 tentang perjudian dengan ancaman penjara selama 10 Tahun.

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Pengedar Ganja Lintas Kota Dibekuk

Liputan6.com, Mamuju: Anak anak remaja di Provinsi Sulawesi Barat mulai terperangkap narkoba dan hal ini mesti mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Demikian dikatakan Ketua LSM Amanat Muda Darmawi di Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (23/4).

“Konsentrasi lembaga kami adalah memberdayakan masyarakat, khususnya di tingkat anak anak remaja, dan kami menemukan data mengejutkan terkait peredaran narkoba di Sulbar,” kata Darmawi. “Dari hasil pemetaan, penyalahgunaan zat adiktif berupa lem aibon serta obat-obatan sudah menyentuh pada anak-anak remaja dan pelajar di Sulbar.”

Darmawi mencontohkan, Kota Mamuju pada salah satu wilayahnya terdapat sekitar 30-35 anak-anak usia antara 13 sampai 17 tahun penyalahguna obat terlarang dan berbahaya jenis tramadol, trihexyphenidyl. Bahkan, ada istilah di kalangan anak remaja di Sulbar, yaitu RD (racikan berbagai jenis obat seperti Mixagrip dan sejenisnya di tambah dengan tramadol, trihexyphenidyl).

“Tentunya hal tersebut dapat merusak anak-anak apalagi fisiknya masih belum kuat untuk menerima obat terlarang yang dibuat dari zat kimia yang berlebihan,” katanya.

Darmawi mengaku prihatin dengan kondisi tersebut karena sampai saat ini belum ada upaya dari lembaga pemerintah terkait untuk menangani hal tersebut, dan sementara hanya LSM Amanat Muda sendiri yang berupaya menyusun program untuk mencari solusi mengenai peredaran narkoba di kalangan anak tersebut.

“Lembaga kami akan segera melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Narkotika Provinsi Sulbar, dalam rangka melakukan pencegahan dan mencari solusi atas maraknya peredaran narkoba di kalangan anak-anak dan remaja itu,” katanya.(Ant/SHA)

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Fase Remaja

Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty  (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam  perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya  masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat  bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat  erupakan the best of time and the worst of time.

Kita menemukan berbagai tafsiran dari para ahli tentang masa remaja :

·  Freud menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidup seksual  yang mempunyai bentuk yang definitif.Charlotte Buhler menafsirkan masa  remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi.Spranger memberikan tafsiran  masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan  yang fundamental.

· Hofmann menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.

· G. Stanley Hall menafsirkan masa remaja sebagai masa storm and drang (badai dan topan).

Para  ahli umumnya sepakat bahwa rentangan masa remaja berlangsung dari usia  11-13 tahun sampai dengan 18-20 th (Abin Syamsuddin, 2003). Pada  rentangan periode ini terdapat beberapa indikator perbedaan yang  signifikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu,  para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu:  (1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th); dan (2) remaja akhir (14-16 th  s.d.18-20 th).

Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai  perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat  menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai  dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan  dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal.  Problema yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :

Problema berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.

Pada  masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat.  Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting,  namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya  (ketidaksesuaian antara body image  dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang  percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional.  Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan  dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada  penyimpangan perilaku seksual.

Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.

Pada  masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual  yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan  pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di  sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang  optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa  terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan  keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja  kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam  era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang  penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun  dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing  tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan  kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat  pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan  kepribadian lainnya.

Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.

Masa  remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang  ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di  lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group  dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan  merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh  rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga  dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja  tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi  dengan orang tua dan dewasa  lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa  remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang  ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan  dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih  membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan  pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada  masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin  hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat  menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual.  Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk  mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak  terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam  dirinya maupun dengan lingkungannya.

Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.

Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity).  Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan  perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja  gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas  atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem  kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya.  Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum  terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi  maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja  atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.

Selain  yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema  keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai  faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari  berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua  pihak. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan remaja menjadi amat  penting…..

 

 

 

 

 

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Remaja Punya Masalah, No Problem

Adakah di antara kita yang sedang punya masalah? Kalau ada, berarti  kita remaja normal. Hehe. Meskipun begitu, ada kalanya masalah yang kita  hadapi bener-bener membuat kita stres! Contoh: kasus perceraian dalam  keluarga, stres belajar, masalah telat ke sekolah karena ngga bisa  mengatur waktu dan bahkan stres karena nge-jomblo!

Tapi satu yang pasti: kalo kamu pernah atau sedang stres – itu tandanya kamu memikirkan masalahmu, tidak ingin mengabaikannya.

Namun, sayang sekali beberapa remaja tidak siap untuk menghadapi masalah.  Yang ada mereka malah menghindar dan berupaya lari dari masalah –  bukannya menyelesaikannya. Beberapa remaja banyak tidur, nonton teve,  jatuh ke dalam jurang kenakalan remaja seperti menggunakan narkoba,  menyalahgunakan obat-obat, pesta, dan ada yang melakukan tindakan seks  di luar nikah.

Padahal mereka hanya akan dikatakan sebagai PENGECUT jika lari. Setuju?

Yup! Pengecut! Mereka berupaya mengalihkan perhatian… Bukan, bukan saja mengalihkan perhatian tetapi acuh dan melarikan diri. Kalo kek gitu, kapan masalahnya selesai, iya toh? Masalah malah akan bertambah jika cuma berani bermellow-mellow-an atau menjadi pemberontak.

Nah,  buat remaja yang sekarang sedang punya yang namanya masalah,saya  punya dua contoh barang yang mungkin bisa memotivasimu untuk berani  menghadapi masalah!

1. Virus

Tau  virus kan? Siapa yang ngga kenal virus. Virus bisa bertahan hidup  sampai sekarang dan bahkan semakin kuat, dia menjadi resistan atau  semacam kebal terhadap antibiotik. Semakin kita melenyapkan dia, dia  semakin kebal.

2. Emas

Emas  bisa jadi sangat indah dan murni karena apa? Dia harus ngelewatin  proses kalo manusia yang mengalaminya pasti akan terasa sakit sekali.  Yup! Dia harus dilebur dulu dalam tungku panas. Tapi, dengan cara itulah  emas bisa seperti yang kita lihat!

 

Kesimpulannya:

Masalah boleh jadi datang bertubi-tubi menimpa kita, masalah juga datangnya pada saat yang tidak tepat, misal pada usia remaja  yang seharusnya kita tidak alami itu. Namun, kalo kita ambil dari sisi  positif dan kita berani menghadapinya – maka kita seperti virus dan emas! Semakin kuat dan kebal, makin ganteng/cantik, dewasa dan matang pula! Usia boleh remaja, tapi pikiran dewasa!

 

 

 

 

 

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Psikologi Remaja, Karateristik dan Permasalahannya

Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.

Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.

Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:

1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).

Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.

 

 

 

Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Dampak Prilaku Seks Remaja

Sudah menjadi maklum, remaja memang sosok yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kenapa?. Remaja masa pencarian jati diri yang mendorongnya mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, ingin tampil menonjol, dan diakui eksistensinya. Namun disisi lain remaja mengalami ketidakstabilan emosi sehingga mudah dipengaruhi teman dan mengutamakan solidaritas kelompok. Diusia remaja, akibat pengaruh hormonal, juga mengalami perubahan fisik yang cepat dan mendadak. Perubahan ini ditunjukkan dari perkembangan organ seksual menuju kesempurnaan fungsi serta tumbuhnya organ genetalia sekunder. Hal ini menjadikan remaja sangat dekat dengan permasalahan seputar seksual. Namun terbatasnya bekal yang dimiliki menjadikan remaja memang masih memerlukan perhatian dan pengarahan.

Ketidakpekaan orang tua dan pendidik terhadap kondisi remaja menyebabkan remaja sering terjatuh pada kegiatan tuna sosial. Ditambah lagi keengganan dan kecanggungan remaja untuk bertanya pada orang yang tepat semakin menguatkan alasan kenapa remaja sering bersikap tidak tepat terhadap organ reproduksinya. Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua.

Potret Remaja di Usianya

Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptip yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan mal-adaptif, akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja. Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).

Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. Di antara mereka yang kemudian hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil pranikah mengaku taat beribadah. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun. Menurut Prof. Wimpie, induksi haid adalah nama lain untuk aborsi. Sebagai catatan, kejadian aborsi di Indonesia cukup tinggi yaitu 2,3 juta per tahun. “ Dan 20 persen di antaranya remaja,” kata Guru Besar FK Universitas Udayana, Bali ini.

Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86 persen pernah berhubungan seksual. Dari aspek medis, menurut Dr. Budi Martino L., SPOG, seks bebas memiliki banyak konsekwensi misalnya, penyakit menular seksual,(PMS), selain juga infeksi, infertilitas dan kanker. Tidak heranlah makin banyak kasus kehamilan pranikah, pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin maupun penyakit menular seksual di kalangan remaja (termasuk HIV/AIDS).

Di Denpasar sendiri, menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.

Tindakan remaja yang seringkali tanpa kendali menyebabkan bertambah panjangnya problem sosial yang dialaminya. Menurut WHO, di seluruh dunia, setiap tahun diperkirakan sekitar 40-60 juta ibu yang tidak menginginkan kehamilan melakukan aborsi. Setiap tahun diperkirakan 500.000 ibu mengalami kematian oleh kehamilan dan persalinan. Sekitar 30-50 % diantaranya meninggal akibat komplikasi abortus yang tidak aman dan 90 % terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Dampak Seks Bebas terhadap Kesehatan Fisik dan Psikologis Remaja

Pengetahuan remaja mengenai dampak seks bebas masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil perzinahan, 75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran. Di Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit syphillis meningkat hingga 486%. Di Perancis, penyakit gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/ lesbian, incest, orgy, bistiability, merupakan hal yang lumrah bahkan menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan juta US dolar dan disyahkan oleh undang-undang.

Lebih dari 200 wanita mati setiap hari disebabkan komplikasi pengguguran (aborsi) bayi secara tidak aman. Meskipun tindakan aborsi dilakukan oleh tenaga ahlipun masih menyisakan dampak yang membahayakan terhadap keselamatan jiwa ibu. Apalagi jika dilakukan oleh tenaga tidak profesional (unsafe abortion).

Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis sampai kematian. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas.

Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat.

Bagaiamana Remaja Bersikap?

Hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab dan memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan psikososial manusia. Bahaya tindakan aborsi, menyebarnya penyakit menular seksual, rusaknya institusi pernikahan, serta ketidakjelasan garis keturunan. Kehidupan keluarga yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan keluarga dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.

Sebagaimana apa yang diperingatkan Alloh dalam surat An-Nur: 21:

”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barang siapa yang mengikuti langkah syetan, maka sesungguhnya dia (syetan) menyuruh perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Alloh dan Rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun diantara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Alloh membersihkan siapa yang dikehendaki… (An-nuur (24):21)

Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian dari naluri yang pemenuhannya sangat dipengaruhi stimulus dari luar tubuh manusia dan alam berfikirnya. Meminimalkan hal-hal yang merangsang, mengekang ledakan nafsu dan menguasainya. Masa remaja memang sangat memperhatikan masalah seksual. Banyak remaja yang menyukai bacaan porno, melihat film-film porno. Semakin bertambah jika mereka berhadapan dengan rangsangan seks seperti suara, pembicaran, tulisan, foto, sentuhan, dan lainnya. Hal ini akan mendorong remaja terjebak dengan kegiatan seks yang haram.

Perawatan organ reproduksi tidak identik dengan pemanfaatan tanpa kendali. Sistem organ reproduksi dalam pertumbuhannya sebagaimana organ lainnya, memerlukan masa tertentu yang berkesinambungan sehingga mencapai petumbuhan maksimal. Disinilah letak pentingnya pendampingan orang tua dan pendidik untuk memberi pemahaman yang benar tentang pertumbuhan organ reproduksi. Pemahaman remaja berkaitan dengan organ reproduksinya tentunya ditanamkan sesuai dengan kadar kemampuan logika dan umur mereka. Dengan demikian remaja tidak akan cemas ketika menghadapi peristiwa haid pertama, melewati masa premenstrual syndrome dengan aman, memahami hukum fiqh terkait dengan haid serta peristiwa lain yang mengiringi masa pubertas remaja.

Remaja juga harus bisa menjaga diri (isti’faaf). Hal ini mampu dilakukan pada remaja yang mempunyai kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya. Orang tua sejak usia dini harus menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Alloh menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mengerti hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus terpupuk dengan memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari pergaulan bebas, komitmen terhadap aturan Alloh baik dalam aurot (pakaian), pergaulan antar lawan jenis, menghindari ikhtilath dan sebagainya. Bagaimana dengan anda?

Older Posts »

Categories

%d bloggers like this: