Posted by: widasulistya | April 27, 2012

Fase Remaja

Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty  (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam  perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya  masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat  bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat  erupakan the best of time and the worst of time.

Kita menemukan berbagai tafsiran dari para ahli tentang masa remaja :

·  Freud menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidup seksual  yang mempunyai bentuk yang definitif.Charlotte Buhler menafsirkan masa  remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi.Spranger memberikan tafsiran  masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan  yang fundamental.

· Hofmann menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.

· G. Stanley Hall menafsirkan masa remaja sebagai masa storm and drang (badai dan topan).

Para  ahli umumnya sepakat bahwa rentangan masa remaja berlangsung dari usia  11-13 tahun sampai dengan 18-20 th (Abin Syamsuddin, 2003). Pada  rentangan periode ini terdapat beberapa indikator perbedaan yang  signifikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu,  para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu:  (1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th); dan (2) remaja akhir (14-16 th  s.d.18-20 th).

Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai  perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat  menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai  dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan  dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal.  Problema yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :

Problema berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.

Pada  masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat.  Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting,  namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya  (ketidaksesuaian antara body image  dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang  percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional.  Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan  dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada  penyimpangan perilaku seksual.

Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.

Pada  masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual  yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan  pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di  sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang  optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa  terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan  keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja  kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam  era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang  penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun  dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing  tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan  kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat  pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan  kepribadian lainnya.

Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.

Masa  remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang  ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di  lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group  dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan  merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh  rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga  dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja  tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi  dengan orang tua dan dewasa  lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa  remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang  ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan  dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih  membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan  pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada  masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin  hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat  menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual.  Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk  mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak  terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam  dirinya maupun dengan lingkungannya.

Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.

Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity).  Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan  perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja  gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas  atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem  kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya.  Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum  terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi  maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja  atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.

Selain  yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema  keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai  faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari  berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua  pihak. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan remaja menjadi amat  penting…..

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: